MENGENAL FILSAFAT
MATERIALISME DAN EKSISTENSIALISME
I.
PENDAHULUAN
Ada orang yang berkata bahwa, orang harus berfilsafat untuk mengatahui
apa yang disebut filsafat itu. Mungkin ini benar, hanya kesulitannya ialah
ketika orang tersebut sudah merasa berfilsafat dan sudah berkeyakinan bahwa
dirinya tahu akan filsafat, namun kenyataannya ia belum berfilsafat dan sama
sekali belum tahu akan filsafat. Dan inilah salah satu pentingnya mempelajari
ilmu filsafat.
Filsafat dalam bahasa Yunani dikenal dengan filosophia. Filos yang
berarti (cinta), cinta yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin lalu
berusaha untuk mencapai yang diingini itu. Dan Sophia yang berarti (kebijaksanaan). Yang berarti mengerti dengan
mendalam. Jadi menurut namanya : ingin mengerti dengan mendalam atau cinta
terhadap kebijaksanaan.[1]
Menurut Plato (427SM-347SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala
yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli). Menurut
Aristoteles (384SM-322SM) filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika,
etika, ekonomi, politik, estetika. (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala
benda). Sedangkan menurut pendapat dari Indonesia, seperti : Prof. Dr. Fuad
Hasan, filsafat adalah : suatu ikhtiar untuk berfikir radikal mulai suatu
gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan menurut Drs. H.
Hasbullah Bakry, Filsafat adalah : ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan
mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat
menghasilkan pengetahuan oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu
setelah memperoleh pengetahuan itu. [2]
dan dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab
masalah yang belum bisa dijawab oleh ilmu yang lain karena masalah tersebut di
luar jangkauan ilmu pengetahuan tersebut.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai aliran-aliran yang ada dalam ilmu
filsafat tersebut. Diantaranya : aliran materialism dan eksistensialisme
beserta tokoh-tokoh dalam aliran tersebut.
II.
RUMUSAN
MASALAH
1.
Apa
Pengertian Dari Filsafat Materialisme
?
2.
Siapa Saja Tokoh-Tokoh Dalam Aliran Materialisme ?
3.
Apa Macam-Macam Aliran Dalam Materialisme ?
4.
Apa Pengertian Filsafat Eksistensialisme ?
5.
Siapa Tokoh-Tokoh Dalam Aliran Eksistensialisme
?
III.
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Filsafat Materialisme
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang
dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Kata materialism terdiri dari
kata materi dan isme. Materi dapat difahami sebagai bahan benda segala sesuatu
yang tampak. Materialism adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala
sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam indra. Sementara itu,
orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai
materialism.[3]
Kaum materialis pada masa lampau memandang alam semesta tersusun dari
zat-zat renik yang terdalam tersebut dan memandang alam semesta dapat
diterangkan berdasarkan hukum-hukum dinamika. Dan dewasa ini kaum materialis
dengan satu cara (yang kiranya sudah disesuaikan dengan penemuan baru ilmu
positif) mengatakan bahwa “ kenyataan bersifat material” dipandang berarti
segala sesuatu yang hendak dikatakan nyata 1. Dalam babak terakhir berasal dari
materi dan 2. Berasal dari gejala-gejala yang bersangkutan dengan materi.[4]
2. Tokoh-Tokoh dalam Aliran Materialisme
a. Karl Marx (1811-1883)
a. Karl Marx (1811-1883)
Marx lahir di
Trier Jerman. Ayahnya merupakan seorang Yahudi dan pengacara cukup berada, dan
ia masuk prostestan ketika berusia enam tahun. Setelah dewasa Marx melanjutkan
studinya ke Universitas di Bonn. Ia mendapat gelar doctor dengan desertasinya
tentang filsafat Epicurus dan Demokritus. Aliran ini disebut pula marxisme. Menurut Marx tindakan
politik dan social dipadukan menjadi keseluruhan dengan filsafat dan ilmu.
Buku-bukunya yang amat menyatakan dasar pemikirannya. Yang ditulis dengan
bekerja sama dengan Engels, seperti : die
heilige familie (1845), comunistich
manifesh (1848), das capital (1867)
, national ekonomie und philosophie (1844).[5]
b. Thomas Hobbes
(1588-1679 M)
menurut Thomas
Hobbes materialism menyangkal adanya jiwa atau roh karena keduanya hanyalah
pancaran dari materi. Dapat dikatakan juga bahwa materialisme menyangkal adanya
ruang mutlak lepas dari barang-barang material.
c.
Hornby (1974)
menurut Hornby
materialisme adalah theory, belief, that only material thing exist (teori atau
kepercayaan bahwa yang ada hanyalah benda-benda material saja)[6]
d.
Ludwig buechner (1824-1899), Jakob Moleschott (1822-1893), Ernst Haeckel (1834-1919), Friedrich engels
(1820-1895) yang semuanya menyerba bahankan segala sesuatu. [7]
3. Aliran-Aliran di dalam Filsafat
Materialisme
a.
Materialisme
Mekanik
Materialisme
Mekanik adalah aliran filsafat yang pandangannya materialis sedangkan metodenya
mekanis. Aliran ini mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak dan
berubah. Geraknya itu adalah gerakan yang mekanis artinya gerak yang tetap
selamanya atas gerak yang berulang-ulang.
Materialisme
mekanik mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesadarannya. Dengan
menerima pendekatan itu, seseorang merasa telah dapat `membebaskan diri dari
problema-problema yang membingungkan selama berabad-abad. Dalam manusia adalah
badannya, dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan
suara yakni alat-alat verifikasi eksperimental. Dalam suatu filsafat yang
menganggap bahwa hanya benda-benda itulah yang riil tentu mempunyai daya tarik
bagi banyak orang.
b.
Materialisme
metafisik
Adalah materi
itu selalu dalam keadaan diam, tetap atau statis selamanya. Seandainya materi
itu berubah maka perubahan tersebut terjadi karena factor luar atau kekuatan
dari luar.
c.
materialisme
dialektis
adalah filsafat
yang bersandar pada benda dan metodenya dialektis. Aliran ini mengajarkan bahwa
materi itu mempunyai keterhubungan satu dengan yang lain.materialisme dialektis
sangat menghormati sains dan menyatakan bahwa persepsi indrawi sains memberi
pengetahuan yang nyata namun melakukan pendekatan dengan politik dan sejarah
dan bukan dari segi sains. Dialektik sendiri adalah suatu fakta empiris; kita
mengetahuinya dari penyelidikan tentang alam, dikuatkan oleh pengetahuan lebih
lanjut tentang hubungan sebab musabab yang dibawakan oleh ahli sejarah dan
sains.
Dalam
materialisme dialektik manusia dapat mempengaruhi kehidupannya sendiri, dan
juga mempengaruhi sejarah sampai batas tertentu. Kehidupan berasal dari
benda-benda in-organik, dan manusia adalah suatu bagian dari alam, oleh karena
itu manusia dan binatang berbeda hanya dalam tingkat dan tidak dalam esensinya.[8]
4. Pengertia Eksistensialisme
Definisi
eksistensialisme tidak mudah dirumuskan, bahkan kaum eksistensialis sendiri
tidak sepakat mengenai rumusan apa sebenarnya eksistensialisme itu. Sekalipun
demikian, ada sesuatu yang disepakati, baik eksistensi maupun filsafat
eksistensialisme sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral.
Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi (existency) berarti keluar dan
sintere yang berarti berdiri. Jadi eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari
diri sendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri manusia sadar tentang
dirinya sendiri, ia berdiri sebagai aku atau pribadi. [9]
. Berdasarkan
etimologis, eksistensialisme berarti berdiri atau berada di (ke) luar. eks´
berarti ke (di) luar dan (s)istens berarti menempatkan atau berdiri. (Sutardjo,
2006, hal 80).
Menurut Prof. Dr.
Sutardjo A. Wiramihardja, Psi. dalam bukunya Pengantar Filsafat(2006), eksistensialisme
adalah aliran filsafat yang memandang segala hal berpangkal pada eksistensinya.
Menurut beliau lebih lanjut, eksistensialisme merupakan cara manusia
berada atau lebih tepat mengada dan eksistensi ini hanya berlaku pada
manusia.
Menurut Prof. Dr.
Ahmad Tafsir dalam bukunya Filsafat Umum(2000), eksistensialisme merupakan
aliran dalam filsafat yang menunjukkan cara beradanya manusia di bumi yang
lahir sebagai reaksi terhadap materialisme, idealisme, dan situasi dunia pada
umumnya yang tidak menentu.[10]
Jadi
eksistensialisme adalah salah satu aliran filsafat tentang keberadaan manusia
itu di dunia yang dihadirkan melalui kebebasan manusia yang
bertanggung jawab terhadap kemauan individu yang bebas tanpa memikirkan
mana yang benar dan mana yang salah secara mendalam.
5. Tokoh-Tokoh dalam Aliran
Eksistensialisme
a.
Soren
Kierkegaard (1813-1855)
Beliau dianggap
sebagai pendiri aliran eksistensialisme. Tulisannya menjadi dorongan bagi
anggota-anggota gerakan tersebut. Beliau susah dimengerti. Beliau tak pernah
ingin menjadi pemikir yang sistematik, dan suka kepada pertentangan arti
(paradox). Tulisannya pun susah difahami karena menggunakan komunikasi yang
tidak langsung, sindiran, dan nama samara (pseudonym). Bagi Kierkegaard
persoalan pokok dalam hidup adalah : apakah artinya menjadi seorang Kristen? Ia
tidak memperhatikan “wujud” secara umum, akan tetapi memperhatikan eksistensi
orang seorang. Ada dua musuh bagi agama Kristen. Yang pertama : filsafat
hegel(pemikiran abstrak, baik dalam bentuk filsafat Descartes atau filsafat
hegel, akan menghilangkan personalitas manusia dan membawa kita kepada
kefakiran tentang arti kehidupan. Dan yang kedua adalah adat kebiasaan
khususnya adat kebiasaan para pengunjung gereja.
b.
Jena
Paul Sartre(1905-1981)
Beliau lahir
tanggal 21 Juni 1905 di Paris. Ia berasal dari keluarga cendekiawan. Ayahnya
seorang perwira besar angkatan laut di Perancis dan ibunya adalah anak seorang
guru besar yang mengajar bahasa modern di Universitas Sorbone. Pada tahun 1931
ia mengajar sebagai guru filsafat di Laon dan Paris. Pada periode ini ia
bertemu dengan Hussel. Semenjak itu ia mendalami fenomenologi dalam menggunakan
filsafat eksistensialismenya. Ia menjadi mashur melalui karya-karya novel dan
tulisan dramanya. Dalam bidang filsafat, karyanya yang sangat terkenal adalah
being and nitthingness, yang membicarakan tentang alam dan bentuk
eksistensinya.pokok ajarannya yaitu tentang manusia (manusia itu
memiliki kemerdekaan untuk membentuk dirinya dengan kemauan dan tindakannya). Kebebasan
(manusia sebagai kebebasan. Manusia itu eksistensi mendahului esensi,
maksudnya setelah manusia mati baru dapat diuraikan ciri-ciri seseorang).
c.
Friedrich
Nietzsche (1844-1900)
Sumbangan
Nietzsche adalah menghadapkan manusia kepada akibat-akibat kehidupan di dunia
di mana tak ada nilai dan tujuan yang tetap. Beliau adalah salah satu dari
orang-orang yang melihat bahaya dalam abad teknik dan industry yang telah tidak
mengindahkan tuntunan nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan.
d.
Karl
Jaspers (1883-1969)
Baginya filsafat
adalah penunjuk jalan bagi kehidupan yang masuk akal dan pantas. Perhatian
jaspers adalah soal “wujud” .manusia itu selalu lebih daripada apa yang ia
merasa mengetahuinya. Dalam menyelidiki arti atau arah alam, kita dapat memilih
suatu pilihan yang ekstrim dengan hanya menekankan kepada sains obyektif, kita
dapat memilih pendekatan yang sebaliknya dengan menekankan kepada subyek atau
jiwa dan menerima beberapa bentuk idealism.
e.
Gabriel
Marcel (1889-1973)
Seorang
eksistensialis Perancis, beragama Roma Katolik, yang memusatkan kepada
persoalan wujud. Tema yang sesuai bagi filsafat adalah kedudukan yang sulit.
Gabriel berpendapat filsafat adalah usaha pencarian yang didorong oleh rasa
luar biasa tentang kebutuhan dalam yang mendesak dan rasa yang dalam tentang
keresahan batin. Ada dua pemikiran marcel. Yang pertama : perbedaan antara
pemikiran orang di jalan dan juga orang-orang ahli teknik atau sains. Cara
berfikir tersebut memisahkan antara subyek dan obyek untuk penyelidikan ilmiah.
Dan yang kedua : perbedaan antara mempunyai dan ada. Mempunyai arti hubungan
antara aku dan benda di luar diriku, benda yang tidak bersandar kepadaku.
Sedang kata mempunyai hanya dapat menunjukkan pemilikan.
IV.
KESIMPULAN
·
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang
menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Kata
materialism terdiri dari kata materi dan isme. Materi dapat difahami sebagai
bahan benda segala sesuatu yang tampak. Materialism adalah pandangan hidup yang
mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam
indra. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi
disebut sebagai materialism.
·
Tokoh-tokoh dalam aliran materialisme :
-
Karl Max
-
Thomas
Hobbes
-
Hornby
-
Ludwig
buechner, dkk.
·
Aliran
materialisme :
-
Materialisme
Mekanik
-
Materialisme
metafisik
-
materialisme
dialektis
·
eksistensialisme
adalah salah satu aliran filsafat tentang keberadaan manusia itu di
dunia yang dihadirkan melalui kebebasan manusia yang bertanggung jawab
terhadap kemauan individu yang bebas tanpa memikirkan mana yang benar
dan mana yang salah secara mendalam.
·
Tokoh
aliran eksistensialisme :
-
Soren
Kierkegaard
-
Jena
Paul Sartre
-
Friedrich
Nietzsche
-
Karl
Jaspers
-
Gabriel
Marcel
V.
PENUTUP
Demikianlah
makalah yang dapat penulis buat. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan, Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan
demi kesempurnaan makalah ini dan selanjutnya. Dan akhirnya penulis meminta
maaf apabila terdapat banyak kesalahan, baik dalam sistematika penulisan, isi
dari pembahasan maupun dalam hal penyampaian materi. Dan semoga makalah ini
dapat memberikan makalah khususnya untuk penulis dan umumnya untuk para pembaca
dalam kehidupan ini. amin
DAFTAR PUSTAKA
Harold, dkk. Persoalan-persoalan
filsafat. Jakarta : PT Bulan Bintang. 1984.
Louis o. kattsoff. Pengantar filsafat.
Yogyakarta : tiara wacana yogya. 1992
Poedjawijatna. Pembimbing
kearah alam filsafat. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. 1994.
Tafsir, Ahmad.Filsafat
Umum.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.1990
http://harkaman01.wordpress.com/2013/01/11/aliran-aliran-filsafat-materialisme-eksistensialisme.html
[1] Poedjawijatna. Pembimbing kearah alam filsafat. Jakarta : PT RINEKA
CIPTA. 1994. Hal. 2
[2] http://asnidar09.blogspot.com/2012/06/pengertian-filsafat-menurut-para-ahli.html
diunduh senin/11/03/2013, 15:00WIB
[3] Bertens. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta. Hal. 76
[4] Louis o. kattsoff. Pengantar filsafat. Yogyakarta : tiara wacana
yogya. 1992. hal. 220
[5] Opcit. Poedjawijatna. Hal. 125
[6] http://harkaman01.wordpress.com/2013/01/11/aliran-aliran-filsafat-materialisme-eksistensialisme.htmldiunduh
senin/11/03/2013, pukul 15:00WIB
[7] Opcit. Poedjawijatna. Hal. 124
[8] Harold, dkk. Persoalan-persoalan filsafat. Jakarta : PT Bulan
Bintang. 1984. Hal. 300-304
[10] http://elrazy46.blogspot.com/2011/04/filsafat-eksistensialisme.html)
diunduh senin/11/03/2013, 15:00 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar