Rabu, 10 April 2013

KUMPULAN MAKALAH



MENGENAL FILSAFAT MATERIALISME DAN EKSISTENSIALISME

I.                   PENDAHULUAN
Ada orang yang berkata bahwa, orang harus berfilsafat untuk mengatahui apa yang disebut filsafat itu. Mungkin ini benar, hanya kesulitannya ialah ketika orang tersebut sudah merasa berfilsafat dan sudah berkeyakinan bahwa dirinya tahu akan filsafat, namun kenyataannya ia belum berfilsafat dan sama sekali belum tahu akan filsafat. Dan inilah salah satu pentingnya mempelajari ilmu filsafat.
Filsafat dalam bahasa Yunani dikenal dengan filosophia. Filos yang berarti (cinta), cinta yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin lalu berusaha untuk mencapai yang diingini itu. Dan Sophia yang berarti (kebijaksanaan). Yang berarti mengerti dengan mendalam. Jadi menurut namanya : ingin mengerti dengan mendalam atau cinta terhadap kebijaksanaan.[1]
Menurut Plato (427SM-347SM) filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli). Menurut Aristoteles (384SM-322SM) filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, estetika. (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda). Sedangkan menurut pendapat dari Indonesia, seperti : Prof. Dr. Fuad Hasan, filsafat adalah : suatu ikhtiar untuk berfikir radikal mulai suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan menurut Drs. H. Hasbullah Bakry, Filsafat adalah : ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan oleh akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu setelah memperoleh pengetahuan itu. [2] dan dapat disimpulkan bahwa filsafat adalah ilmu istimewa yang mencoba menjawab masalah yang belum bisa dijawab oleh ilmu yang lain karena masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan tersebut.
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai aliran-aliran yang ada dalam ilmu filsafat tersebut. Diantaranya : aliran materialism dan eksistensialisme beserta tokoh-tokoh dalam aliran tersebut.

II.                RUMUSAN MASALAH       
1.      Apa Pengertian Dari Filsafat Materialisme ?
2.       Siapa Saja Tokoh-Tokoh  Dalam Aliran Materialisme ?
3.       Apa Macam-Macam Aliran Dalam Materialisme ?
4.       Apa Pengertian Filsafat Eksistensialisme ?
5.       Siapa Tokoh-Tokoh Dalam Aliran Eksistensialisme ?

III.                  PEMBAHASAN
1.      Pengertian Filsafat Materialisme
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Kata materialism terdiri dari kata materi dan isme. Materi dapat difahami sebagai bahan benda segala sesuatu yang tampak. Materialism adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam indra. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai materialism.[3]
Kaum materialis pada masa lampau memandang alam semesta tersusun dari zat-zat renik yang terdalam tersebut dan memandang alam semesta dapat diterangkan berdasarkan hukum-hukum dinamika. Dan dewasa ini kaum materialis dengan satu cara (yang kiranya sudah disesuaikan dengan penemuan baru ilmu positif) mengatakan bahwa “ kenyataan bersifat material” dipandang berarti segala sesuatu yang hendak dikatakan nyata 1. Dalam babak terakhir berasal dari materi dan 2. Berasal dari gejala-gejala yang bersangkutan dengan materi.[4]

2.      Tokoh-Tokoh dalam Aliran Materialisme
a. Karl Marx (1811-1883)
Marx lahir di Trier Jerman. Ayahnya merupakan seorang Yahudi dan pengacara cukup berada, dan ia masuk prostestan ketika berusia enam tahun. Setelah dewasa Marx melanjutkan studinya ke Universitas di Bonn. Ia mendapat gelar doctor dengan desertasinya tentang filsafat Epicurus dan Demokritus. Aliran ini  disebut pula marxisme. Menurut Marx tindakan politik dan social dipadukan menjadi keseluruhan dengan filsafat dan ilmu. Buku-bukunya yang amat menyatakan dasar pemikirannya. Yang ditulis dengan bekerja sama dengan Engels, seperti : die heilige familie (1845), comunistich manifesh (1848), das capital (1867) , national ekonomie und philosophie (1844).[5]

b. Thomas Hobbes (1588-1679 M)
menurut Thomas Hobbes materialism menyangkal adanya jiwa atau roh karena keduanya hanyalah pancaran dari materi. Dapat dikatakan juga bahwa materialisme menyangkal adanya ruang mutlak lepas dari barang-barang material.
c. Hornby (1974)
menurut Hornby materialisme adalah theory, belief, that only material thing exist (teori atau kepercayaan bahwa yang ada hanyalah benda-benda material saja)[6]
d. Ludwig buechner (1824-1899), Jakob Moleschott (1822-1893),  Ernst Haeckel (1834-1919), Friedrich engels (1820-1895) yang semuanya menyerba bahankan segala sesuatu. [7]
3.      Aliran-Aliran di dalam Filsafat Materialisme
a.       Materialisme Mekanik
Materialisme Mekanik adalah aliran filsafat yang pandangannya materialis sedangkan metodenya mekanis. Aliran ini mengajarkan bahwa materi itu selalu dalam keadaan gerak dan berubah. Geraknya itu adalah gerakan yang mekanis artinya gerak yang tetap selamanya atas gerak yang berulang-ulang.
Materialisme mekanik mempunyai daya tarik yang sangat besar oleh karena kesadarannya. Dengan menerima pendekatan itu, seseorang merasa telah dapat `membebaskan diri dari problema-problema yang membingungkan selama berabad-abad. Dalam manusia adalah badannya, dan ukuran kebenaran atau realitas adalah sentuhan penglihatan dan suara yakni alat-alat verifikasi eksperimental. Dalam suatu filsafat yang menganggap bahwa hanya benda-benda itulah yang riil tentu mempunyai daya tarik bagi banyak orang.
b.      Materialisme metafisik
Adalah materi itu selalu dalam keadaan diam, tetap atau statis selamanya. Seandainya materi itu berubah maka perubahan tersebut terjadi karena factor luar atau kekuatan dari luar.
c.       materialisme dialektis
adalah filsafat yang bersandar pada benda dan metodenya dialektis. Aliran ini mengajarkan bahwa materi itu mempunyai keterhubungan satu dengan yang lain.materialisme dialektis sangat menghormati sains dan menyatakan bahwa persepsi indrawi sains memberi pengetahuan yang nyata namun melakukan pendekatan dengan politik dan sejarah dan bukan dari segi sains. Dialektik sendiri adalah suatu fakta empiris; kita mengetahuinya dari penyelidikan tentang alam, dikuatkan oleh pengetahuan lebih lanjut tentang hubungan sebab musabab yang dibawakan oleh ahli sejarah dan sains.
Dalam materialisme dialektik manusia dapat mempengaruhi kehidupannya sendiri, dan juga mempengaruhi sejarah sampai batas tertentu. Kehidupan berasal dari benda-benda in-organik, dan manusia adalah suatu bagian dari alam, oleh karena itu manusia dan binatang berbeda hanya dalam tingkat dan tidak dalam esensinya.[8]

4.      Pengertia Eksistensialisme
Definisi eksistensialisme tidak mudah dirumuskan, bahkan kaum eksistensialis sendiri tidak sepakat mengenai rumusan apa sebenarnya eksistensialisme itu. Sekalipun demikian, ada sesuatu yang disepakati, baik eksistensi maupun filsafat eksistensialisme sama-sama menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral. Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi (existency) berarti keluar dan sintere yang berarti berdiri. Jadi eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri manusia sadar tentang dirinya sendiri, ia berdiri sebagai aku atau pribadi. [9]
.  Berdasarkan etimologis, eksistensialisme berarti berdiri atau berada di (ke) luar. eks´ berarti ke (di) luar dan (s)istens berarti menempatkan atau berdiri. (Sutardjo, 2006, hal 80).
Menurut Prof. Dr. Sutardjo A. Wiramihardja, Psi. dalam bukunya Pengantar Filsafat(2006), eksistensialisme adalah aliran filsafat yang memandang segala hal berpangkal pada eksistensinya. Menurut beliau lebih lanjut, eksistensialisme merupakan cara manusia berada atau lebih tepat mengada dan eksistensi ini hanya berlaku pada manusia.
Menurut Prof. Dr. Ahmad Tafsir dalam bukunya Filsafat Umum(2000), eksistensialisme merupakan aliran dalam filsafat yang menunjukkan cara beradanya manusia di bumi yang lahir sebagai reaksi terhadap materialisme, idealisme, dan situasi dunia pada umumnya yang tidak menentu.[10]
Jadi eksistensialisme adalah salah satu aliran filsafat tentang keberadaan manusia itu di dunia yang dihadirkan melalui kebebasan manusia yang bertanggung jawab terhadap kemauan individu yang bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan mana yang salah secara mendalam.


5.      Tokoh-Tokoh dalam Aliran Eksistensialisme
a.       Soren Kierkegaard (1813-1855)
Beliau dianggap sebagai pendiri aliran eksistensialisme. Tulisannya menjadi dorongan bagi anggota-anggota gerakan tersebut. Beliau susah dimengerti. Beliau tak pernah ingin menjadi pemikir yang sistematik, dan suka kepada pertentangan arti (paradox). Tulisannya pun susah difahami karena menggunakan komunikasi yang tidak langsung, sindiran, dan nama samara (pseudonym). Bagi Kierkegaard persoalan pokok dalam hidup adalah : apakah artinya menjadi seorang Kristen? Ia tidak memperhatikan “wujud” secara umum, akan tetapi memperhatikan eksistensi orang seorang. Ada dua musuh bagi agama Kristen. Yang pertama : filsafat hegel(pemikiran abstrak, baik dalam bentuk filsafat Descartes atau filsafat hegel, akan menghilangkan personalitas manusia dan membawa kita kepada kefakiran tentang arti kehidupan. Dan yang kedua adalah adat kebiasaan khususnya adat kebiasaan para pengunjung gereja.
b.      Jena Paul Sartre(1905-1981)
Beliau lahir tanggal 21 Juni 1905 di Paris. Ia berasal dari keluarga cendekiawan. Ayahnya seorang perwira besar angkatan laut di Perancis dan ibunya adalah anak seorang guru besar yang mengajar bahasa modern di Universitas Sorbone. Pada tahun 1931 ia mengajar sebagai guru filsafat di Laon dan Paris. Pada periode ini ia bertemu dengan Hussel. Semenjak itu ia mendalami fenomenologi dalam menggunakan filsafat eksistensialismenya. Ia menjadi mashur melalui karya-karya novel dan tulisan dramanya. Dalam bidang filsafat, karyanya yang sangat terkenal adalah being and nitthingness, yang membicarakan tentang alam dan bentuk eksistensinya.pokok ajarannya yaitu tentang manusia (manusia itu memiliki kemerdekaan untuk membentuk dirinya dengan kemauan dan tindakannya). Kebebasan (manusia sebagai kebebasan. Manusia itu eksistensi mendahului esensi, maksudnya setelah manusia mati baru dapat diuraikan ciri-ciri seseorang).
c.       Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Sumbangan Nietzsche adalah menghadapkan manusia kepada akibat-akibat kehidupan di dunia di mana tak ada nilai dan tujuan yang tetap. Beliau adalah salah satu dari orang-orang yang melihat bahaya dalam abad teknik dan industry yang telah tidak mengindahkan tuntunan nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan.
d.      Karl Jaspers (1883-1969)
Baginya filsafat adalah penunjuk jalan bagi kehidupan yang masuk akal dan pantas. Perhatian jaspers adalah soal “wujud” .manusia itu selalu lebih daripada apa yang ia merasa mengetahuinya. Dalam menyelidiki arti atau arah alam, kita dapat memilih suatu pilihan yang ekstrim dengan hanya menekankan kepada sains obyektif, kita dapat memilih pendekatan yang sebaliknya dengan menekankan kepada subyek atau jiwa dan menerima beberapa bentuk idealism.
e.       Gabriel Marcel (1889-1973)
Seorang eksistensialis Perancis, beragama Roma Katolik, yang memusatkan kepada persoalan wujud. Tema yang sesuai bagi filsafat adalah kedudukan yang sulit. Gabriel berpendapat filsafat adalah usaha pencarian yang didorong oleh rasa luar biasa tentang kebutuhan dalam yang mendesak dan rasa yang dalam tentang keresahan batin. Ada dua pemikiran marcel. Yang pertama : perbedaan antara pemikiran orang di jalan dan juga orang-orang ahli teknik atau sains. Cara berfikir tersebut memisahkan antara subyek dan obyek untuk penyelidikan ilmiah. Dan yang kedua : perbedaan antara mempunyai dan ada. Mempunyai arti hubungan antara aku dan benda di luar diriku, benda yang tidak bersandar kepadaku. Sedang kata mempunyai hanya dapat menunjukkan pemilikan. 

IV.             KESIMPULAN
·         Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Kata materialism terdiri dari kata materi dan isme. Materi dapat difahami sebagai bahan benda segala sesuatu yang tampak. Materialism adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam indra. Sementara itu, orang-orang yang hidupnya berorientasi kepada materi disebut sebagai materialism.
·         Tokoh-tokoh dalam aliran materialisme :
-          Karl Max
-          Thomas Hobbes
-          Hornby
-          Ludwig buechner, dkk.
·         Aliran materialisme :
-          Materialisme Mekanik
-          Materialisme metafisik
-          materialisme dialektis
·         eksistensialisme adalah salah satu aliran filsafat tentang keberadaan manusia itu di dunia yang dihadirkan melalui kebebasan manusia yang bertanggung jawab terhadap kemauan individu yang bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan mana yang salah secara mendalam.
·         Tokoh aliran eksistensialisme :
-          Soren Kierkegaard
-          Jena Paul Sartre
-          Friedrich Nietzsche
-          Karl Jaspers
-          Gabriel Marcel

V.                PENUTUP
Demikianlah makalah yang dapat penulis buat. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan selanjutnya. Dan akhirnya penulis meminta maaf apabila terdapat banyak kesalahan, baik dalam sistematika penulisan, isi dari pembahasan maupun dalam hal penyampaian materi. Dan semoga makalah ini dapat memberikan makalah khususnya untuk penulis dan umumnya untuk para pembaca dalam kehidupan ini. amin



DAFTAR PUSTAKA
Bertens,K.Ringkasan Sejarah Filsafat.Yogyakarta
Harold, dkk. Persoalan-persoalan filsafat. Jakarta : PT Bulan Bintang. 1984.
Louis o. kattsoff. Pengantar filsafat. Yogyakarta : tiara wacana yogya. 1992
Poedjawijatna. Pembimbing kearah alam filsafat. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. 1994.
Tafsir, Ahmad.Filsafat Umum.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.1990


[1] Poedjawijatna. Pembimbing kearah alam filsafat. Jakarta : PT RINEKA CIPTA. 1994. Hal. 2
[3] Bertens. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta. Hal. 76
[4] Louis o. kattsoff. Pengantar filsafat. Yogyakarta : tiara wacana yogya. 1992. hal. 220
[5] Opcit. Poedjawijatna. Hal. 125
[7] Opcit. Poedjawijatna. Hal. 124
[8] Harold, dkk. Persoalan-persoalan filsafat. Jakarta : PT Bulan Bintang. 1984. Hal. 300-304
[9] Tafsir, Ahmad.Filsafat Umum.Bandung:PT. Remaja Rosdakarya.1990hal. 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar